Langsung ke konten utama

Routing Cisco Part 2

Pengertian Routing
     Routing adalah proses pengiriman data maupun informasi dengan meneruskan paket data yang dikirim dari jaringa satu ke jaringan lainnya.

Konsep dasar routing
     Bahwa dalam jaringan WAN kita sering mengenal yang namanya TCP/IP (Transmission Control Protocol) sebagai alamat sehingga pengirim paket data dapat sampai ke alamat yang dituju (host tujuan). TCP/IP membagi tugas masing-masing mulai dari pengiriman paket data sampai paket data dalam sistem sehingga jika terjadi permasalahan dalam pengiriman paket data dapat dipecahkan dengan baik. Berdasarkan pengiriman paket data routing dibedakan menjadi routing langsung dan routing tidak langsung.
  • Routing Langsung merupakan sebuah pengalamatan secara langsung menuju alamat tujuan tanpa melalui host lain. Contoh : sebuah komputer dengan alamat 192.168.1.2 mengirimkan data langsung ke komputer  dengan alamat 192.168.1.3
  • Routing tidak langsung merupakan sebuah pengalamatan yang harus melalui alamat host lain sebelum menuju alamat host tujuan. Contoh : komputer 1 dengan alamat 192.168.1.2 mengirimkan data ke komputer 3 dengan alamat 192.168.1.3, akan tetapi sebelum menuju komputer 3, data dikirim terlebih dahulu melalui host dengan alamat 192.168.1.5 kemudian dilanjutkan ke alamat host tujuan.

Tabel Routing
     Router akan memberi rekomendasi jalur mana yang paling tepat untuk melewatkan paket data yang dikirim ke alamat tujuan sesuai dengan informasi yang terdapat pada tabel routing sehingga pada saat paket data telah dikirimkan maka router akan melakukan pemeriksaan yang terdapat pada tabel routing dan router akan menentukan jalur mana yang paling sesuai dengan informasi yang ada.
     Tabel router adalah tabel yang memuat seluruh informasi IP Address dari interface router yang lain sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa berkomunikasi.

Ada 2 item yang harus dimasukan oleh tabel routing untuk mengirimkan data, diantaranya :
1.      Destination Address        : Sebuah alamat pada jaringan yang dapat dijangkau oleh router.
2.      Pointer to the Destination: Petunjuk yang akan memberitahukan bahwa jaringan yang dituju dapat terhubung dengan router.
Router akan menyesuaikan informasi yang terdapat pada tabel routing sebelum mengirimkan paket data ke alamat tujuan sehingga tidak terjadi salah alamat dalam mengirimkan paket data.


Berikut adalah urutan pada tabel routing untuk menyesuaikan alamat tujuan :
  • Host Address
  • Subnet
  • Group of Subnet
  • Major network number
  • Group of major network numbers
  • Default address

Jenis – jenis routing
Routing berlangsung pada network layer. Dalam membangun rute paket data, router diantaranya harus mengetahui address tujuan, router-router lain yang disekitarnya, rute-rute yang memungkinkan ke network dan rute terbaik.
Router-router menggunakan beberapa mekanisme dasar untuk membangun dan menggunakan tabel router, antara lain :

Routing Static
Routing static merupakan jenis routing yang dilakukan oleh admin jaringan untuk mengkonfigurasikan informasi tentang jaringan yang dituju dan semua itu dilakukan secara manual.

Routing static memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Jalur spesifik ditentukan oleh admin jaringan.
  • Pengisian tabel routing dilakukan secara manual oleh admin jaringan.
  • Routing static ini biasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil.

Dibalik semua itu, routing static memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan, diantaranya :
Kelebihan :
  1. Meringankan kinerja processor router
  2. Tidak ada bandwith yang digunakan untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket.
  3. Routing static lebih aman.
  4. Routing static lebih aman dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffic.

Kelemahan :
  1. Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan.
  2. Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil.
  3. Administratornya cukup rumit, terlebih jika banyak router yang harus dikonfogurasi secara manual.
  4. Rentan terhadap kesalahan saat entri data routing.
Cara melakukan konfigurasi routing static :
Pada saat ingin mengkonfigurasi routing static, kita hanya cukup konfigurasi pada bagian pengisian ip address berserta netmask secara manual, baik dari router maupun pc.

Routing Dinamis
Routing dinamis merupakan jenis routing yang membuat tabel routing secara otomatis. Dalam kata lain, routing dinamis bersifat dinamik dan mampu melakukan update route dengan cara mendistribusikan informasi mengenai jalur terbaik ke router lain.

Routing Dinamis memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.            Router berbagi informasi routing secara otomatis
2.            Jumlah gateway sangat banyak
3.            Tabel routing dibuat secara dinamik
4.            Membutuhkan protocol routing

Routing dinamis juga membuat keputusan pada route yang mana sebuah paket mencapai tujuan. Umumnya ia mengirimkan paket ke route yang paling efisien, salah satu yang menghasilkan jumlah hop lebih sedikit. Bagaimanapun jika route macet, router dinamis dapat mengirimkan paket ke route alternatife.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan 3 dan 4 Sistem Operasi

Pertemuan 3 PENJADWALAN PROSES      Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer.  Penjadwalan bertugas memutuskan hal-hal berikut:      1. Proses harus berjalan.      2. Kapan dan berapa lama proses itu berjalan. Kriteria Penjadwalan Adil (Fairness) adalah proses-proses diperlakukan sama yaitu mendapat jatah waktu layanan pemroses yang sama dan tidak ada proses yang tidak kebagian layanan pemroses. Efisiensi (Utilisasi) adalah pemroses yang dihitung dengan perbandingan (rasio) waktu sibuk pemroses dengan total waktu operasi sistem komputer. Waktu Tanggap (Response Time) Sistem Interaktif didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat katakter terakhir dari perintah dimasukkan oleh program sampai hasil pertama muncul di perangkat masukan keluaran seperti layar. Sistem waktu nyata didefinisika...

Sistem operasi pertemuan 5

Pertemuan 5 KONKURENSI DAN KEAMANAN SISTEM  A. Pengertian Konkurensi      Konkurensi merupakan landasan umum perancangansistem operasi. Proses-proses disebut konkuren jika proses-proses (lebih dari satu proses) ada pada saat yang sama. Proses-proses konkuren dapat sepenuhnya tidak bergantung dengan lainnya tapi dapat juga saling berinteraksi. Proses-proses yang berinteraksi memerlukan sinkronisasi agar terkendali dengan baik. B. Prinsip-prinsip Konkurensi Prinsip-prinsip konkurensi meliputi : Alokasi layanan pemroses untuk proses-proses Pemakaian bersama dan persaingan untuk mendapatkan sumberdaya Komunikasi antar proses Sinkronisasi aktivitas banyak proses  Konkurensi dapat muncul pada konteks berbeda, yaitu : untuk banyak pemakai untuk strukturisasi dari aplikasi untuk strukturisasi dari satu proses untuk strukturisasi sistem operasi  Konteks Konkurensi Konteks Konkurensi untuk Strukturisasi Satu Pro...

Pengertian Branch Prediction - Data Flow Analysis - Speculative Execution

    1. Branch Prediction         Dalam artsitektur komputer, sebuah prediktor cabang adalah sirkuitdigital yang mencoba untuk menebak arah mana cabang (misalnya astruktur if-then-else) akan pergi sebelum ini diketahui pasti. Tuujuan dari prediktor cabang penting dalam mikroprossesor pipeline hari ini untuk mencapai kinerja tinggi.        Dua arah percabangan biasanya diimplementasikan dengan instruksi lompat berrsyarat dapat menjadi "tidak diambil" dan melanjutkan eksekusi  dengan cabang pertama dari kode yang mengikuti segera setelah lompat bersyarat atau dapat "diambil" dan melompat ke tempat yang berbeda di memori program dimana cabang kedua kod adalah disimpan. hal ini tidak diketahui secara pasti apakah lompat bersyarat akan diambil smapai kondisi telah dihitung dan lompat bersyarat telah lulus eksekusi dlam pipa intruksi.         Tanpa prediksi cabang prosesor harus menunggu sampai intruksi lo...